Kondisi orang yang tidak bisa diam alias hiperaktif ternyata menunjukkan korelasi dengan kecerdasan. Apa iya? Logikanya, gerak menandakan kerja otak yang tak mandek. Semakin banyak dia bergerak, otaknya akan terus bekerja menghasilkan berbagai respons.
Bila diibaratkan dengan orang yang berpikir, otaknya akan selalu terpakai dan menyebabkannya jadi berkembang. Dengan kata lain, orang hiperaktif ini sebetulnya memiliki kemampuan intelektual yang baik.
Apalagi, tak semua hiperaktivitas disebabkan gangguan fungsi otak. Jadi, jangan memandang negatif orang yang tak bisa diam.
Secara teori, sebetulnya ada dua tipe hiperaktif yang bukan disebabkan gangguan fungsi otak.
Pertama, yang secara fisik kelebihan energi sehingga tidak bisa diam.
Kedua, orang yang kurang perhatian lalu dengan berbagai cara berusaha menjadi pusat perhatian. Ia berusaha menarik perhatian orang lain dengan mengganggu atau menjahili teman dan sebagainya.
Itulah mengapa penanganannya harus bertitik tolak dari penyebabnya. Kalau memang karena kelebihan energi, tawarkan aktivitas positif yang mampu menguras energinya. Namun sebaiknya, kegiatan yang dipilih haruslah bisa meredam aktivitasnya atau setidaknya menyeimbangkan geraknya yang berlebih.
Berikan pula lebih banyak kegiatan yang membutuhkan ketekunan dan konsentrasi, contohnya dengan bermain drum.
Dari penelitian terungkap di antara pemain musik organ, gitar, piano dan drum, ternyata penabuh drum memiliki tingkat intelektual yang lebih tinggi dibanding lainnya. Mengapa?
Pasalnya, untuk bisa memainkan alat musik ini dibutuhkan keterlibatan beberapa anggota gerak tubuh seperti tangan, kaki, bahu, dan sebagainya yang semuanya harus berkoordinasi dengan baik.
Padahal masing-masing gerak dari setiap anggota tubuh tadi akan menghasilkan rangsangan lebih banyak pada bagian-bagian yang berada di otak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar